Bantuan Keagamaan Pembangunan Gereja Kristen Sumba Binya Kaka

Ketua Yayasan BUMN untuk Indonesia, Harjawan Balaningrath meresmikan pembangunan Gereja Kristen Sumba Binya Kaka Cabang Homba Dimu, Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11/20).

Pada peresmian gereja tersebut dihadiri juga oleh Kepala Perwakilan Gereja Kristen Sumba, Ibu Pendeta Yobelia Karmila Nova Bili S, Th, Pendeta GKS Jemaat Binya Kaka, Bpk Pendeta Yosias Nicolas Seingo Marthen S, Th, Kapolsek Kodi, Bpk Bernardus Bilikandi, Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragam dan para pemuka agama, pemuka adat, pemuka masyakat serta jemaat GKS Binya Kaka.

Dalam sambutannya Harjawan Balaningrath mengatakan bahwa alasan pembangunan gereja ini adalah sesuai dengan misi Yayasan BUMN  yakni sosial, kemanusian,  dan keagamaan. Dan dalam kesempatan ini bantuan di bidang keagamaan di lokasi terpencil sesuai dengan pendekatan geografis kami dalam memberikan setiap bantuan.

“Pembangunan gereja ini dilakukan pada akhir September 2020 dan menjelang perayaan natal ini gereja sudah bisa difungsikan untuk jemaat merayakan Natal. Ini adalah awal, semoga gereja ini dapat memberikan keteduhan bagi jemaat GKS Binya Kaka kedepan” Tuturnya.

Pendeta GKS Binya Kaka Yosias Nicolas Seingo menanggapi bahwa bantuan ini sangat berarti bagi kami. “Sebelumnya kami mengadakan iuran bersama jemaat untuk pembangunan gereja ini namun tidak sampai selesai karena dana yang terbatas” Ucap Pendeta.

“Namun dengan adanya bantuan dari Yayasan BUMN akhirnya pembangunan gereja ini dapat terwujud khususnya tepat pada momen perayaan natal ini. Kami sangat berterima kasih” Sambung nya.

Selain peresmian, ada bantuan berupa pembagian 400 masker untuk warga Kodi, Sumba Barat Daya dan 120 kaos untuk jemaat GKS Binya Kaka.

Dan ada pula pembangunan sumur bor untuk sumber mata air bagi warga Kodi, yang saat ini masih berlangsung pengerjaan nya.

Pemberian bantuan ini adalah misi yang akan terus diberikan oleh Yayasan BUMN untuk Indonesia pada wilayah 3T, terluar, terdepan, dan terisolir. Bantuan yang diberikan pun sifatnya jangka panjang, agar setiap generasi di wilayah tersebut dapat merasakan dampak dari pembangunan yang sudah diberikan.