Hambra, Sentuh Ratusan Mahasiswa di Ambon dengan Industri 4.0

Deputi Kementerian BUMN memberikan kuliah umum di Ambon

AMBON- Deputi bidang Infrastruktur dan Bisnis kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), H. Hambra Samal memberikan kuliah umum kepada lebih dari 300 mahasiswa di Aula kampus Politeknik Negeri Ambon, Selasa (30/7).

Bertemakan Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Suatu Langkah Strategis Menuju Pembangunan dan Penyiapan SDM Maluku Unggul, kuliah umum tersebut juga dihadiri ketua Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Harjawan Balaningrath.

Turut hadir, Direktur Politeknik negeri Ambon Dady Mairuhu, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Saadiah Uluputty, anggota DPRD provinsi Maluku Turaya Samal, Kepala Bapeda Provinsi Maluku Dr. Djalaludin Salampessy.

Deputi Bidang Infrastruktur dan Bisnis, Hambra Samal memulai materinya dengan memperkenalkan seluk beluk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimana dirinya mengabdi.

Dikatakan, Kementerian BUMN mencatat total aset BUMN telah menembus angka Rp8.092 triliun per 31 Desember 2018. tahun 2019 makin tinggi lagi.

“Kontribusi BUMN terhadap APBN pun melonjak luar biasa,” papar Hambra mengawali materinya.

Menyoal industri 4.0, Samal menjelaskan tentang Peran Kementerian BUMN dalam Mendorong BUMN Menuju Industri 4.0.

Secara umum terdapat tiga kerangka yang perlu dipahami terlebih dahulu yakni, transformasi digital dan human capital yang mendukung industri 4.0, Dukungan Kementerian BUMN dan harapan kementerian BUMN itu sendiri.

Untuk itu, peran strategis BUMN dalam mendukung kerangka atau outline tersebut, terdapat lima point penting yang harus dilakukan.

“Yang pertama MENDORONG PERTUMBUHAN Pajak, Dividen, kinerja optimal mendukung geliat sektoral (melalui penyediaan energi, input produksi) serta mendampingi UMKM,” sebutnya.

Selanjutnya yang kedua, PERINTISAN USAHA. Dimana BUMN akan membuka peluang usaha dalam wilayah operasional daerah terpencil, pelayanan di bidang yang belum dilakukan swasta, pelaksana PSO pemerintah.

“Ke Empat, INFRASTRUKTUR. Terdapat didalamnya Konstruksi Semen, Jalan, Jembatan, Pelabuhan, Bandara, Bangunan. Telekomunikasi berupa Satelit, Jaringan, Pos, sedang Transportasi berupa udara, darat, sungai & laut,” sebutnya.

Kelima PENGUAT SEKTOR KEUANGAN berupa Perbankan besar dan mikro, asuransi, kredit UMKM, pegadaian, asuransi, menjadi penggerak bursa efek. Dan yang terkahir berupa PANGAN & KESEHATAN yang didalamnya berupa Perkebunan, Benih, Pupuk, Logistik, Pangan, Pembukaan lahan, pendampingan petani, farmasi, Vaksin, Cikal Bakal BPJS.

“Industri 4.0 itu dipandang penting karena berkaitan erat dengan Produktivitas Fleksibilitas, Kualitas Kecepatan,” tegasnya.

Transformasi Digital dalam Mendukung Industri 4.0 dinilai sangat penting. Menjelaskan hal tersebut, Samal menerjemahkan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo.

“Perubahan-perubahan yang sangat cepat ini harus diantisipasi dengan cara-cara yang tidak biasa, cara-cara yang tidak linier dan tidak monoton. BUMN harus melakukan transformasi digital,” ungkap Samal mengutip perkataan orang nomor satu tersebut.

Transformasi Human Capital dalam Mendukung Industri 4.0, BUMN intens membenahi sistemnya dari dalam.

Yakni, dengan “Core Values” BUMN sebagai “Super Holding” perlu memiliki nilai-nilai utama (core value) sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung keberlangsungan kinerja BUMN.

BUMN memiliki “mother brand” yang selaras dengan employer branding yang menjadikan employe BUMN bangga untuk berkiprah di BUMN.

BUMN juga akan menerapkan Integrated Talent Management System (ITMS) untuk mempersiapkan, mengembangkan dan meretensi talenta unggul untuk suksesi BUMN.

Human Capital Analytic dalam hal ini Pembuatan dashboard data seluruh pegawai BUMN sehingga pengambilan keputusan Human Capital berdasarkan data. Human Capital Technology.

Teknologi sebagai enabler untuk mengkolaborasi data human capital secara komprehensif. Saat ini dikembangkan Sistem Perekrutan Bersama BUMN secara Online

Reward & Performance, penerapan remunerasi dan recognisi yang adil, mengikuti market dan memotivasi kinerja yang lebih tinggi.

Dan yang terakhir Learning & Development, Pembentukan BUMN University dan Sinergi 14 CorpU sebagai wadah pengembangan talenta BUMN skala global.

“Dukungan Kementerian BUMN dalam Mendorong Industri 4.0 Peraturan terkait Tata Kelola Teknologi Informasi telah datur dalam PER-02/MBU/ 2013, PER-03/MBU/02/2018 dan PER-02/MBU/02/2018,” jelasnya.

Kesempatan tersebut, Samal berbagi KUNCI SUKSES MENUJU TRANSFORMASI DIGITAL kepada Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di MAluku. Selain itu, Samal juga berbagi tips trik langkah-langkah yang DIBUTUHKAN DALAM RANGKA TRANSFORMASI DIGITAL 4.0.

Menutup paparan materi kuliahnya, putra asal kabupaten Seram Bagian Barat itu menghujani ratusan peserta dengan motivasi yang membuat seisi gedung aula Politeknik riuh tepuk tangan optimisme.

Sesi Interaktif, BUMN Hadir Untuk Negeri Bukan Sekadar Slogan

Bukan saja kuliah umum oleh Deputi BUMN, giat yang di canangkan LSM Madani Research melaui direktur, Ibra A Lussy tersebut pula memberikan ruang interaktif bersama empat panelis secara langsung.

Panelis tersebut tak lain dan tak bukan ialah, Ketua Yayasan BUMN Untuk Negeri Harjawan Balaningrath, Direktur Politeknik negeri Ambon Dady Mairuhu, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Saadiah Uluputty, anggota DPRD Maluku Dr. Djalaludin Salampessy.

Para narasumber memperdalam materi kuliah umum yang disampaikan Deputi, H. Hambra Samal.

Ketua Yayasan BUMN Untuk Negeri Harjawan Balaningrath memaparkan Peran BUMN Sebagai Agen of Development dan Partisipasi dalam Menopang Dunia Pendidikan.

Mempertegas materi Deputi sebelumnya, Harjawan menegaskan terdapat Sembilan fungsi utama dalam BUMN. Harjawan juga menjelaskan singkat tujuan didirikannya badan usaha milik negara tersebut.

Selaku ketua Yayasan, dirinya memperkenalkan seluk-beluk yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri. Bidang kerja Yayasan yang tengah dinahkodainya tersebut tidak terlepas dari Visi dan Misi yang ada.

“Sebagai Lembaga Sosial yang dapat dirasakan kehadiran dan perannya dalam memberikan bantuan Sosial, Kemanusiaan dan Keagamaan yang efektif serta berkelanjutan,” ungkap Harjawan menyampaikan visi yayasan.

Sementara misi, terdapat tiga point utama yakni, Berperan aktif membantu masyarakat dalam Bidang Sosial, kedua, tanggap dan proaktif membantu masyarakat dalam bidang Kemanusiaan dan yang terakhir memberikan perhatian dan membantu masyarakat dalam bidang Keagamaan.

Dia menegaskan, selama ini, yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri telah menyentuh lapisan masyarakat Indonesia. Dari sabang sampai merauke seraya melampirkan sejumlah agenda Yayasan yang pernah dilakuan.

“Jadi Bapak/Ibu, Adik-adik yang hadir saat ini menjadi Agent BUMN untuk menjelaskan kepada masyarakatumum bahwa BUMN Hadir Untuk Negeri bukan sekedar Slogan,” tutupnya.

Pengakuan dan Apresiasi

Perihal tantangan mengahadapi revolusi industri 4.0 dibenarkan pula ketua komisi D DPRD, Saadiyah Uluputy.

Dikatakan, selain soal infrastruktur penunjang pendidikan Maluku belum sepenuhnya memadai, kualitas pendidikan kita menjadi persoalan paling krusial.

“Nah ini yang perlu kami akui bahwa, memang tantangan itu berat. Pelajar/mahasiswa kita harus diberi pemahaman sedini mungkin agar kedepan dapat menentukan langkah-langkah apa yang akan diambil” ungkap Uluputty usai memberikan materi diskusi.

Tantangan kita berikutnya yang tak kala penting adalah bagaimana kesiapan SDM kita mengahadapi industri raksasa eksplorasi migas Blok Masela serta industri turunannya yang akan diawali pada tahun 2027 nanti.

“Kegiatan sangat efektif sekali. Kami sangat berterimakasih kepada BUMN yang mana telah berkonstribusi langsung. Kami Harap di forum ini para mahasiswa dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan kedepan,” endusnya.

Dia menambahkan, para mahasiswa paling tidak dapat memetakan kebutuhan Maluku untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi kedepan.

“Dari forum inilah , ke depan akan terciptanya akselerasi pikiran Indonesia Bagian Barat dan Timur dalam hal ini Provinsi Maluku.(Dikutip dari Kabarterkini.News)