Efektivitas 2 Dosis Sinovac Diatas 90% Lindungi Resiko Kematian Akibat Covid-19

Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan telah menyelesaikan hasil studi atau penelitian kajian cepat untuk mengetahui efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac yang telah diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Hasilnya, vaksin Sinovac memberikan proteksi di atas 90 persen.

Ketua tim peneliti Balitbangkes Kemenkes Pandji Dewantara menjelaskan, penelitian ini dilakukan pada periode 13 Januari-18 Maret 2021 dengan melibatkan 128.290 tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta, dengan rentang usia 33-35 tahun dan 60 persen berjenis kelamin perempuan.

“Kajian cepat ini kita menggunakan metode Kohor Restrospektif atau menelusuri riwayat setiap individu yang dilibatkan dalam penelitian ini, yakni apakah yang bersangkutan itu memiliki riwayat sakit COVID-19? Terkonfimasi positif berdasarkan tes swab PCR? Kemudian apakah yang bersangkutan memiliki riwayat perawatan karena COVID-19?,” ujar Pandji dalam telekonferensi pers di Jakarta, Rabu (12/5).

Hasil temuan pertama dikatakan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac bisa menurunkan ataupun mengurangi risiko hingga 94 persen terkena COVID-19 bergejala pada individu yang menerima vaksin penuh atau dua dosis pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah dosis kedua. Hasil penelitian juga menunjukkan dari total 28.055 nakes yang belum divaksin, 2.431 (8,66 persen) terinfeksi corona. Sedangkan dari total 8.458 orang yang baru menerima dosis pertama, 657 orang terinfeksi COVID-19 (7,76 persen). Lalu dari total 91.777 orang yang sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac, hanya 521 (0,56 persen) yang terinfeksi corona bergejala.

Pandji menambahkan hasil temuan kedua membuktikan bahwa vaksin Sinovac ini dapat mencegah nakes sebesar 96 persen untuk dirawat akibat COVID-19. Dijelaskannya, dari total 28.055 yang belum divaksin, 102 nakes (0,36 persen) dirawat akibat terkena virus corona. Kemudian dari total 8.458 nakes yang sudah divaksinasi dosis pertama, 24 orang (0,20 persen) dirawat, dan tujuh orang (0,007 persen) harus dirawat akibat COVID-19 dari total 91.777 nakes yang sudah mendapatkan vaksinasi dengan dosis lengkap.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menambahkan, sebelumnya BPOM telah menyatakan efikasi vaksin Sinovac itu 65%. Namun dalam kajian cepat, bisa dilihat vaksinasi bisa memunculkan proteksi hingga 95%.

Karenanya, dia meminta masyarakat untuk tidak ragu divaksinasi jika saatnya untuk divaksin. dr. Nadia juga mengatakan, jumlah orang yang divaksin dosis pertama dan kedua mencapai 22,5 juta telah disuntik. Berarti sekitar 13,6 juta orang sudah divaksinasi dan yang sudah disuntik dua dosis baru 8,8 juta. Artinya baru 5 persen dari total sasaran sebanyak 181,5 juta.

“Setelah bulan Ramadan, kita akan kembali mempercepat vaksinasi. Agar target capaian penyuntikan satu juta dosis per hari bisa tercapai. Sehingga target vaksin pada akhir tahun ini bisa terwujud,” kata dr. Nadia.

Dia juga mengungkapkan adanya peningkatan kasus COVID-19 termasuk jumlah keterisian ruang isolasi maupun perawatan. Apalagi setelah mudik dan arus balik berpotensi terjadinya lonjakan kasus. Begitu juga ditemukan varian baru COVID-19.