Erick Thohir Menteri BUMN

Acara sertijab Menteri BUMN dari Rini M Soemarno kepada Erick Thohir dihadiri juga para mantan Menteri BUMN.

JAKARTA-Menteri BUMN Erick Thohir langsung tancap gas dengan menggelar rapat internal bersama deputi dan pejabat terkait usai dilantik Presiden Joko Widodo, Rabu (23/10/2019). Rapat internal digelar seusai proses serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri BUMN periode 2014-2019 Rini Soemarno.

“Saya baru dipanggil Bapak Presiden Joko Widodo pada hari Senin (21/10), terus terang saya belum terpikir sempat mempelajari tentang BUMN, saya belum pernah. Makanya tadi seperti saya sampaikan karena besok rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hari ini kita langsung rapat internal,” kata Erick Thohir.

Erick mengaku akan menyusun indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang harus dicapai. Karena itu, dia meminta kepada publik untuk memberinya waktu untuk mempelajari seluk-beluk BUMN secara keseluruhan, mengingat KPI yang disusun harus dipelajarinya lagi terkait sinkronisasi hal-hal mana yang bisa diselesaikan dalam waktu beberapa bulan atau bahkan hal-hal yang membutuhkan waktu lebih dari setahun.

“Tentu saya belum bisa sharing atau menyampaikan lebih lanjut karena besok baru rapat terbatas untuk meyakinkan apakah ini angka-angka atau target-target yang bisa pastikan banyak hal-hal yang harus kita tuntaskan, misalnya mengenai contoh kereta cepat Jakarta-Bandung, atau mungkin juga mengenai hasil pembicaraan Arab Saudi dan Indonesia tentang Aramco serta Pertamina. Nah hal-hal ini harus kita re-view,” ujarnya.

Mengenai KPI-KPI yang disusun untuk tiga bulan atau 100 hari pertama Kementerian BUMN, Menteri BUMN ini akan menyampaikan, setelah melakukan konsolidasi. Erick Thohir dilantik sebagai Menteri BUMN bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya pada Rabu (23/10), di Istana Kepresidenan.

Setelahnya, Menteri BUMN melakukan serah terima jabatan dengan Menteri BUMN periode 2014-2019 yakni Rini Soemarno dalam sebuah acara yang berlangsung sederhana.

Erick Tohir, resmi menggantikan posisi menteri sebelumnya, Rini M Soemarno. Pergantian resmi dilakukan setelah Serah Terima Jabatan Menteri BUMN.

Tak hanya Rini Soemarno, beberapa menteri yang sebelumnya pernah mengisi jabatan tersebut juga hadir. Menteri BUMN periode 2009-2011, Mustafa Abubakar, Menteri BUMN periode 2004-2007, Soegiharto, serta Menteri Negara BUMN Periode 2001-2004, Laksamana Sukardi.

Dalam memberikan sambutan, Rini Soemarno terlihat menangis sembari menceritakan kondisi Kementerian BUMN dan BUMN selama lima tahun dikomandaninya.

“Buat saya suatu kebanggaan berada di sini. Persisnya, 5 tahun kurang 6 hari yang lalu saya serah terima dengan Pak Dahlan Iskan. Jadi, untuk saya ini perjalanan yang panjang. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua, mulai dari Kementerian BUMN dan Direksi BUMN yang sama-sama mendukung sehingga saya bisa menyelesaikan tugas yang InsyaAllah dengan baik,” ujar Rini Soemarno.

Mantan Direktur Astra International ini juga berharap Erick Thohir mampu menyatukan semangat sinergi antar-BUMN. Sinergi ini ditujukan agar BUMN mampu meraih efisiensi yang berkontribusi dengan pendapatan, serta mampu menjadi agen pembangunan bagi negara.

“Yang paling utama kebersamaan. Kalau kita tidak sinergi antar-BUMN, itu seringkali kompetisi yang akhirnya malah melemahkan kita sendiri. Saya rasa BUMN sudah berubah cukup banyak dalam lima tahun. Saya harap ini jadi fondasi yang kuat untuk bapak teruskan sehingga BUMN kita makin sehat, kuat, dan bisa berkiprah tak hanya di Indonesia tapi juga dunia,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Rini meminta maaf kepada seluruh mantan anak buahnya terkait kerja sama mereka selama lima tahun ke belakang. “Pada kesempatan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Namun, sekali lagi saya bangga bahwa saya diteruskan oleh Pak Erick. Saya yakin BUMN makin maju ke depan, makin sehat, makin profesional, dan terus mengedepankan GCG dan transparansi,” pungkasnya. Dikutip dari  iNews.id  dan berbagai sumber