Lonjakan Kasus Pasca Libur Lebaran, RSDC Wisma Atlet Kini Hampir Penuh

Tingkat keterisian Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran kembali meningkat. Hal ini seiring dengan tren kasus Covid-19 yang juga mengalami peningkatan setelah masa libur lebaran. Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, keterisian ruang perawatan di RSD Wisma Atlet hari ini mencapai 67,05%.

Selain itu, jumlah pasien masuk juga mengalami kenaikan dari yang sebelumnya 125 pasien per hari, menjadi 574 pasien masuk dalam 25 jam terakhir. “Kenaikannya mencapai 359%. Hal ini dapat menggambarkan kegawatan yang terjadi,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/6).

Wiku mengatakan, berdasarkan laporan per tanggal 8 Juni 2021, pasien yang masuk ke Wisma Atlet pada tanggal tersebut di dominasi dari wilayah Kecamatan Cipayung, Ciracas dan Kecamatan Pasar Minggu. “Ini tentu menjadi alarm keras bagi kita, karena tidak bisa terus mengandalkan Wisma Atlet sebagai buffer fasilitas pelayanan pasien Covid-19 di Jakarta,” ujar dia.

Lebih lanjut, Wiku menyampaikan, pada Kamis (10/6), jumlah tambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 8.892 kasus. Ini merupakan angka tertinggi selama lebih dari tiga bulan terakhir. Adapun provinsi di Pulau Jawa yang menyumbangkan kenaikan kasus sangat signifikan dalam 10 hari terakhir diantaranya, DKI Jakarta, di mana dalam 10 hari terakhir kasusnya meningkat lebih dari 300%.

Melansir Katadata.com, pada tanggal 1 Juni lalu, jumlah kasus harian di DKI Jakarta hanya 519 kasus dan pada tanggal 10 Juni kemarin, kasus hariannya mencapai 2091 kasus, dengan bed occupancy rate (BOR) mencapai 62,3%. Kemudian, Jawa Tengah mengalami kenaikan kasus sebesar 80%.

Kasus harian mencapai lebih dari 1500, sedangkan ruang isolasi di rumah sakit rujukan di Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 66,89%. Selanjutnya, Jawa Timur dengan peningkatan kasus harian mencapai 89% dari yang sebelumnya bertambah 225 kasus di tanggal 1 Juni, menjadi 425 kasus pada 10 Juni dengan BOR sebesar 31,57%.

Sedangkan, di Daerah Istimewa Yogyakarta kasus hariannya meningkat cukup tajam, yakni 107% dari yang sebelumnya hanya bertambah 219 kasus per hari. Namun di tanggal 10 kemarin, kasusnya bertambah 455 dalam satu hari.

BOR di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 54,38%. Dua provinsi terakhir di Pulau Jawa yang menyumbangkan kenaikan kasus signifikan yakni, Jawa Barat dengan kenaikan 49% dan BOR mencapai 61,75%. Dan Banten yang mengalami peningkatan 57% dan BOR mencapai 53,87%.

Wiku menyebut, kembali meningkatnya kasus harian Covid-19 diakibatkan oleh masih tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek. Ia kembali mengingatkan, bahwa sampai saat ini, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro masih berlaku.

Ia juga meminta masyarakat terus menjalankan protokol kesehatan. Sebab, Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terbukti mencegah penularan virus corona. “Saya meminta kepada seluruh masyarakat dan sektor yg masih beroperasi selama masa PPKM Mikro, untuk dapat mematuhi ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.