Pembangunan Pasca Bencana Wujud Pengamalan Pancasila

Wakil Bupati Sigi melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Sigi.

SIGI– Pembangunan kembali sekolah TK-SD Balongga dan SMP 26 Sigi, Sulawesi Tengah yang hancur akibat gempa dan tsunami, dimulai ditandai dengan peletakan batu pertama yang berlangsung Selasa 11 Februari 2020 di Sigi.

Hadir dalam acara peletakan batu pertama ini Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo. Ikut hadir Wakil Bupati Sigi Paulina, Ketua Yayasan BUMN Hadir Untuk Neger, Harjawan Balaningrath, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Taufik Kartiko, Staf Khusus Yayasan BUMN Dedi Mahardi, Menteri Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia Mior Haris Bin Mior Harun, Ketua Canseri Kedutaan Besar Malaysia Mohd Hail Aniff bin Mohd Fauzi, Perwakilan Astro-Maxis Malaysia Nina Marliana, dan Tokoh Masyatakat Sulawesi Tengah M. Ridha Saleh.

Dalam sambutannya Antonius Benny Susetyo mengharapkan dengan adanya acara ini, ada kesadaran dari semua pihak untuk saling bahu membahu dalam memulihkan wilayah pasca bencana.

“Pemerintah kementerian/lembaga dan dinas bisa saling bahu membahu merecovery kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam. Ini cerminanan sila ke 5 keadilan sosial dan gotong royong yang menjadi identitas bangsa kita,” ujar Benny.

Wakil Bupati Sigi Paulina mengucapkan terima kasih kepada donatur, masyarakat, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

Paulina menambahkan bahwa pembangunan ini sangat penting karena untuk pendidikan anak bangsa, khususnya masa depan anak-anak yang selama ini pendidikannya terganggu karena kurangnya sarana dan prasarana,” tegasnya.

Ketua Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Harjawan Balaningrath menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membuat acara peletakan batu pertama ini terealisasikan, khususnya kepada pemerintah Malaysia dalam hal ini Astro Maxima yang telah memberikan bantuan untuk pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Terima kasih banyak atas segala bantuan hingga acara peletakan batu pertama ini terealisasikan. Semoga ini menjadi awal bagi yang lainnya untuk membuat komitmen. Terima kasih juga kepada pemerintah Malaysia yang telah memberikan bantuan guna memulihkan kerusakan besar akibat bencana besar gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah ini,” ujarnya.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB Taufik Kartiko menyampaikan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan ini merupakan proses penyelamatan jangka panjang bagi pendidikan bangsa Indonesia.

Sebagai penutup Menteri Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia Mior Haris menyampaikan rasa harunya atas sambutan siswa dan masyatakat setempat yang ramah dan hangat.

Mior juga mengucapkan terima kasih atas undangannya yang tidak lain karena semangat persaudaran.

“Saya atas nama Pemerintah Malaysia ucapkan terima kasih telah mengundang kami. Ini tidak lain kerena semangat persaudaraan serumpun dan sinergi Indonesia dan Malaysia tetap terjaga.”

Mior menjelaskan bahwa kedepannya bantuan tidak hanya akan fokus pada bidang pendidikan saja tetapi juga bidang lainnya. Wartapembaruan.com /YBHUN)