Perjuangan Menembus Batas Kemanusiaan

JAKARTA- Sebagai Ketua Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Harjawan Balaningrath mengakui banyak tantangan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri dalam membantu masyarakat. Staf Yayasan yang turun ke lapangan harus sigap dalam pengadaan bebagai jenis barang bantuan untuk dikirimkan kepada masyarakat korban bencana yang membutuhkannya. Menyiapkan pengangkutannya ke lokasi,  sehingga barang-barang yang dibutuhkan para pengungsi atau mereka yang terisolir akibat bencana dapat segera tiba.

Dalam proses pengadaan, pengiriman dan penyaluran bantuan kepada para pengungsi akibat bencana  ini, Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, TNI dan Polri dan tentunya juga dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) daerah.

Sampai sejauh ini, menurut Harjawan tidak ditemukan kendala yang berarti  dalam kerjasama menyalurkan bantuan tersebut. Bahkan terkadang  dengan berbagai resiko, para staf Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, dibantu TNI dan Polri, mengirimkan bantuan dengan berbagai cara agar bisa menembus halangan berupa banjir, jembatan rusak atau daerah yang terkadang tidak mungkin dicapai akibat terisolir.  

Saat mengirimkan bantuan bagi korban banjir di Kowane Sulawesi Tenggara beberapa waktu yang lalu, truk pembawa bantuan harus diseberangkan dengan rakit. Bisa dibayangkan, jika Staf Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri tidak berjuang dengan gigih, barang-brang bantuan berupa kebutuhan pokok masyarkat korban banjir tidak akan sampai ke tujuan. Untunglah dengan berbagai upaya yang dilakukan barang-barang kebutuhan pokok itu dapat tiba, sehingga masyarakat tertolong di tengah isolasi banjir yang melanda daerah mereka.

Melihat penderitaan para pengungsi akibat banjir di Kowane ini, para staf Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri saat hendak pulang, namun melihat ada suatu daerah yang belum mendapat bantuan, langsung membelanjakan dana sisa yang ada di tangan mereka, yang jumlahnya tinggal sedikit untuk membantu masyarakat yang ada di situ.

“Dedikasi para staf memang tinggi, karena mereka sadar tujuan mereka adalah untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat yang sedang dilanda bencana,” kata Harjawan Balaningrath, baru-baru ini.

Secara gamblang Harjawan Balaningrath menjelaskan yang menjadi kultur atau budaya Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri yang harus dipegang oleh setiap staf yang ada di yayasan, adalah sebagai berikut :

OUR CULTURES

Emc2

  1. EMPATHY : Memiliki kepekaan untuk ikut merasakan kesulitan masyarakat serta memberi bantuan yang tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna, sehingga keberadaan Yayasan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
  2. MEANINGFUL : Memiliki perasaan dan  intuisi bahwa kegiatan yang dilakukan dan bantuan yang diberikan Yayasan sangat berarti serta bermanfaat untuk kemaslahatan bangsa.
  3. CLEAN & CLEAR : Memiliki niat dan hati yang bersih dalam melayani masyarakat serta memegang teguh prinsip transparansi dalam menjalankan setiap kegiatan Yayasan.

“Ini harus benar-benar diterapkan bagi mereka yang bekerja di Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri,” tegasnya. (mbs)