Satgas: Grafik Keterisian Tempat Tidur RS Tunjukkan Perkembangan Positif

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menyatakan data keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di 34 provinsi menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan grafis presentase per hari ini, Selasa (16/3/2021), lima provinsi dengan angka keterpakaian tempat tidur tertinggi secara nasional, tidak ada satu pun yang mencapai atau lebih dari 70%.

Wiku mengatakan lima provinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan (60%), DKI Jakarta (56,4%), Banten (55,8%), Jawa Barat (54,2%), dan Kalimantan Tengah (51,05%).

“Tidak ada satu pun yang mencapai atau lebih dari 70% atau keterisian tempat tidur yang tergolong tinggi,” ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa (16/3/2021).

Wiku mengatakan, selain lima provinsi dengan keterpakaian tempat tidur tertinggi secara nasional, ada lima provinsi lainnya yang memiliki angka keterisian tempat tidur antara 50,01%-69,9%. Menurutnya, upaya pencegahan maupun peningkatan efektivitas layanan kesehatan yang baik tetap harus ditingkatkan jika tidak ingin peluang keterisian semakin meningkat.

“Oleh karena itu, saya ingatkan pemerintah daerah (pemda) jangan lengah dengan pencapaian yang ada saat ini, dan terus melakukan upaya terbaik dalam menekan angka keterisian sampai menjadi normal,” kata Wiku.

Menurutnya, masalah keterisian tempat tidur tidak lepas dari gotong royong Pemda dengan berbagai elemen masyarakat terutama mengatasi masalah keterisian tempat tidur yang cukup mengkhawatirkan pada Januari. Dia mengatakan, manajemen fasilitas kesehatan dan manajemen sumber daya kesehatan, termasuk pemanfaatan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, sudah terlaksana dengan baik dan harus ditingkatkan.

“Ke depan, saya berharap provinsi dengan kontribusi kasus nasional terbesar yaitu pelaksana PPKM Mikro sesuai instruksi menteri dalam negeri mampu memaksimalkan kembali fasilitas layanan kesehatan karena pada data daerah yang melaksanakan, kondisinya membaik,” lanjut Wiku.

Terkait perkembangan kasus, Wiku mengatakan jumlah kasus aktif per hari ini bertambah sebanyak 5.414 kasus menjadi total 134.042 kasus aktif. Jumlah kasus sembuh secara akumulatif menjadi 1.257.663 (87,9%) dan jumlah kasus meninggal sebanyak 38.753 (2,7%).