Titik Terang Pemerintah Amankan Vaksin Covid 19

Seluruh dunia berjibaku melawan Covid-19 selama nyaris satu tahun penuh di 2020 ini. Pandemi telah mengakibatkan krisis multidemensi. Seluruh dunia terkena dampak dari adanya penyakit menular ini. Di saat yang bersamaan seluruh dunia pun berlomba lomba mencari solusi salah satunya dengan menciptakan vaksin yang aman dan efektif. PT Bio Farma (Persero) mencatat sudah ada sekitar 151 kandidat vaksin dari berbagai negara. Kandidat tersebut sedang dalam tahap pre clinical. 42 diantaranya masuk tahap klinis 1 dan 2. 10 sisanya dalam tahap uji klinis 3.

Tepat di bulan Oktober ini, kabar mengenai perkembangan vaksin semakin memberikan angin segar bagi seluruh komunitas global termasuk Indonesia.

Langkah taktis pemerintah dalam berburu vaksin beberapa bulan ini semakin menemukan titik cerah. Seperti pada serangkaian pertemuan bilateral dan bisnis yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan pemerintah dan organisasi di Inggris Rabu, (14/10).

Salah satu hasil dari pertemuan tersebut, Pemerintah Republik Indonesia berhasil mengamankan tambahan 100 juta dosis vaksin untuk Indonesia dari raksasa perusahaan farmasi Inggris AstraZenecca. Menteri Luar Negeri Retno pun menyebut pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab adalah bagian dari memperkuat kerja sama kedua negara di level bilateral maupun multilateral.

Menteri BUMN menilai hasil pertemuan dengan pemerintah Inggris sangat positif dalam rangka usaha pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca Covid.

Erick Thohir menyebut pihak pemerintah Inggris dan sejumlah negara di dunia memberikan apresiasi terhadap Indonesia melalui wadah koalisi dunia untuk inovasi pencegahan epidemi atau Coalition For Epidemic Preparedness Inovations (CEPI) yang menempatkan perusahaan BUMN Bio Farma dalam kategori organisasi yang kompeten dalam hal pengembangan vaksin Covid-19.

Hingga Oktober ini tercatat Indonesia telah melakukan teken kerja sama dengan beberapa negara soal pengembangan vaksin Covid 19 yaitu dengan China, Inggris, dan Korea Selatan.

Langkah awal Indonesia dalam pengembangan vaksin yaitu melakukan kerja sama dengan Sinovac. Perusahaan biofarmasi asal Beijing, Tiongkok.

Sinovac mulai melakukan uji klinis fase III di Indonesia pada 11 Agustus lalu, di Bandung, Jawa Barat. Kabarnya proses uji klinis yang dilakukan dengan relawan akan memakan waktu enam bulan.

Seperti dilansir Kompas.com, Tim uji klinis vaksin Covid-19 menyebutkan hingga Selasa (13/10/2020) ada 1.589 relawan Indonesia yang sudah disuntik kandidat vaksin Sinovac, China. Ini merupakan bagian dari uji klinis fase 3 vaksin Sinovac di Indonesia.
Ditargetkan ada 1.620 relawan yang terlibat dalam penelitian ini.

Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Rodman Tarigan menyebutkan poses uji klinis ini masih terus berlangsung dan ditargetkan Jumat (16/10/2020), target 1.620 relawan disuntik vaksin yang pertama terpenuhi.

Pemerintah Indonesia dalam memperoleh vaksin terdapat dua pendekatan. Pertama adalah pendekatan jangka pendek yang berarti akses cepat waktu terhadap vaksin yang akan ada dengan harga terjangkau dan pendekatan ini memerlukan kerja sama dengan pihak luar baik secara bilateral maupun multilateral.

Pendekatan jangka pendek yang dilakukan Indonesia adalah melalukan kerja sama dengan negara tetangga seperti China, Korea Selatan, dan Inggris. Selain itu, pendekatan jangka panjang yang dilakukan, yaitu menciptakan vaksin produksi dalam negeri.

Dan Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Genexine dari Korea Selatan. Saat ini proses memasuki uji klinis tahap satu di Korea Selatan dan rencananua uji klinis tahap dua akan dimulai Oktober di Indonesia.

Dari beberapa kabar tersebut semakin terlihat adanya titik terang bagi pemerintah Indonesia dalam pencarian vaksin Covid-19. Semua proses sedang berlangsung. Dan untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif perlu melalui pengujian tahap satu hingga tahap ketiga. Hingga akhirnya disahkan sebagai vaksin yang sudah teruji secara klinis dan siap diproduksi massal.

Sembari menunggu proses uji klinis vaksin Covid-19, kita harus beradaptasi dengan keadaan. Patuhi selalu protokol kesehatan. Jangan sampai tertular dan menularkan. Jaga diri adalah jaga sesama. Dan seluruh dunia pun sepertinya sepakat bahwa ingin badai pandemi ini segera berlalu. Agar seluruh aktivitas dapat dilakukan dengan normal seperti sedia kala.