Wujud nyata BUMN Go Global Tingkatkan Peran RI di Kancah Internasional

Jakarta – Beberapa waktu lalu tepat 12-16 Oktober 2020, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Swiss. Rangkaian perjalanan tersebut adalah mewujudkan kerja sama bilateral dan multilateral kepada pemerintah dan pihak swasta kedua negara tersebut khususnya di bidang kesehatan dan ekonomi.

Langkah kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut adalah langkah konkret dari program BUMN Go Global yang di sepakati oleh Erick dan Retno dalam nota kesepahaman (Mou) tentang kerja sama diplomasi ekonomi ke kancah Internasional pada July lalu.

Menurut Menteri BUMN, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa ke depan Indonesia secara diplomatik tidak hanya fokus di politik, tetapi juga terus mengembangkan footprint dunia usaha. Dan tentu dunia usaha sendiri ada dua yakni swasta dan BUMN.

Adapun hasil dari kunjungan kerja tersebut adalah penempatan perusahaan farmasi PT Bio Farma oleh Koalisi Kesiapsiagaan Epidemi atau (CEPI) untuk memproduksi Vaksin Covid-19.

lalu kerja sama pembelian tambahan 100 juta vaksin asal Inggris AstraZeneca. Serta perusahaan kereta api dunia asal Swiss, Stadler, yang rencananya akan buka kantor regionalnya di Indonesia. Yang pada sebelumnya Stadler, PT INKA, dan KAI bersama-sama membangun pabrik kereta berpenggerak bernama PT Stadler INKA Indonesia. Kabarnya progres proyek tersebut sudah 95% dan akan rampung November nanti. Mereka Juga mewacanakan membuat gerbong kereta api tingkat dunia

Produksi kereta berpenggerak diantaranya seperti Kereta Listrik, Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE), serta Kereta Diesel.

Indonesia mengapresiasi kebijakan Pemerintah Swiss untuk memasukan RI sebagai salah satu negara prioritas kerja sama pembangunan 2021 – 2024. Indonesia mengharapkan agar ratifikasi Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) dari pihak Swiss dapat segera dilakukan.

Meski begitu, sebenarnya ada beberapa BUMN yang sudah berekspansi ke pasar luar negeri. Seperti dilansir catatan iNews.id, setidaknya ada enam BUMN yang mulai go global:

1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Tak hanya jago kandang, BUMN konstruksi ini sudah mengembangkan jaringan bisnis di luar. WIKA banyak menggarap proyek di Afrika seperti Senegal, Niger, dan Aljazair.

2. PT Pertamina (Persero)
Pertamina cukup aktif mencari cadangan migas di luar negeri. Ekspansi bisnis itu dilakukan lewat anak usaha, Pertamina Internasional EP (PIEP).

Saat ini, Pertamina mengelola aset migas di 12 negara, yaitu Aljazair, Malaysia, Irak, Kanada, Prancis, Italia, Namibia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Colombia dan Angola. Total produksi migas lapangan luar negeri ini sekitar 99.000 ribu barel per hari dan gas bumi 261 juta setara minyak.

3. Perum Peruri
Perusahaan percetakan mata uang pelat merah ini punya sejarah panjang bisnis di luar negeri. Negara-negara yang pernah dicetak mata uangnya di antaranya Thailand, Filipina, Malaysia, Bangladesh, serta Nepal.

4. PT INKA (Persero)
PT Industri Kereta Api (Persero) atau yang dikenal dengan sebutan INKA juga sudah go global. Perusahaan yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur itu memenangkan tender pengadaan lebih dari 1.050 gerbong kereta api di Bangladesh pada 2020.

Proyek tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2019 juga memenangkan tender pengadaan 250 kereta api di Bangladesh. Perusahaan itu kini tengah membidik pasar di negara Afrika lainnya dan Asia Tenggara.

5. PT Kimia Farma (Persero) Tbk
BUMN farmasi, Kimia Farma juga melebarkan sayap ke Arab Saudi lewat anak usaha, Kimia Farma Dawaa. Di sana, Kimia Farma memiliki 19 apotek yang tersebar di Mekkah, Madinah, Jeddah, dan Thaif.

6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Telkomcel, cucu usaha Telkom, didirikan pada 2013 untuk ekspansi bisnis ke Timor Leste. Telkom membangun jaringan telekomunikasi di negara bekas bagian dari Indonesia itu.

Telkomcel yang didirikan untuk pasar luar negeri itu siap mengembangkan bisnis ke berbagai negara. Pasalnya, jaringan telekomunikasi Telkom sudah mencapai 250.000 km dari New York-Indonesia dan Los Angeles-Indonesia.

Dengan adanya program strategis BUMN Go Global yakni hasil kolaborasi antar dua kementrian tersebut diharapkan perusahaan BUMN lainnya akan menyusul langkahnya untuk memiliki peran penting di kancah Internasional. Momentum pandemi ini harus dimanfaatkan untuk menjalin kemitraan bilateral dan multilateral di berbagai sektor dalam rangka pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca pandemi Covid-19.