Yayasan BHUN Kirim Bantuan ke Lebak, Banten

Penyerahan bantuan YBHUN kepada korban banjir bandang, Lebak, Banten, Kamis 9 Januari 2020.

LEBAK– Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, Kamis 9 Januari 2020 menyalurkan bantuan berupa sembako senilai Rp 25.000.000 kepada korban bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri Amos Tarigan, sekaligus melakukan koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Lebak, sehubungan dengan kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang yang melanda.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak merusak 1.300 rumah, fasilitas umu, sekolah, hingga jembatan. Banjir bandang juga merusak 489 hektare lahan pertanian, menghanyutkan hewan beserta kandangnya.

Dikutip dari Liputan6.com, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan akses ke desa yang terisolasi karena banjir bandeng di Kabupaten Lebak, Banten, sudah terbuka. Kebutuhan logistik sudah bisa masuk ke daerah tersebut.

“Sudah bisa diakses tapi dengan kondisi, misal desa di tengahnya sungai kita pakai sling, perahu karet. Minimal, logistik bisa masuk,” ujar Andika usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, dan sejumlah kementerian/lembaga terkait, di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Senin 6 Januari 2020,  jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, 10 jiwa. Jumlah korban berdasarkan giat penanganan darurat bencana dilakukan tim SAR dan pihak terkait hingga Minggu, 5 Januari 2020 malam.

Data Pemprov Banten mengungkapkan banjir bandang di Lebak menghancurkan sekitar 1.300 rumah. Sebanyak 17.200 jiwa atau 4.368 kepala keluarga (KK) warga mengungsi. “Semua warga yang terdampak bencana alam itu ditampung di delapan posko pengungsian,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi sebagaimana dilansir Antara, Minggu (5/1/2020).

Kedelapan posko pengungsian itu di antaranya Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Nangela Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung, dan Posko Pengungsian Gedung Serbaguna Kecamatan Lebak Gedong.

Para korban banjir tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curug Bitung, Maja, dan Kecamatan Cimarga.

BPBD bekerja sama yang melibatkan TNI, Basarnas, Polri, dan relawan agar penanganan bencana cepat sehingga dapat mengurangi risiko kebencanaan.

Kaprawi juga mengapresiasi kepedulian berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, media, asosiasi, dan masyarakat umum yang menyalurkan bantuan kepada warga korban bencana alam tersebut. Korban bencana sudah tidak memiliki barang-barang, termasuk pakaian dan beras, akibat diterjang banjir bandang.

Sementara itu, Aminah, warga di posko pengungsian Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, mengaku para pengungsi terpenuhi kebutuhan konsumsi makanan dan pakaian.

“Kami belum memikirkan untuk kembali ke rumah, karena kondisi perkampungan yang hanyut diterjang banjir bandang dan longsor,” katanya.(YBUHN)