Yayasan BUMN Untuk Indonesia Berikan Bantuan Alkes dan Sembako Kepada Rumah Sakit dan Penyandang Disabilitas di Sumatera Utara

Keterbatasan fisik tidak boleh menghilangkan optimisme, bahkan harus menjadi pendorong munculnya motivasi, untuk berbuat yang terbaik dalam segala aspek kehidupan. Dengan keterbatasan secara fisik, diharapkan masyarakat difabel tetap aktif mengambil bagian di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada hari Jumat (28/10), Yayasan BUMN Untuk Indonesia memberikan bantuan alat kesehatan berupa Ventilator, Oxygen Concentrator, dan Masker N95 ke 7 Rumah Sakit di Provinsi Sumatera Utara. Tak hanya itu, Paket Sembako sebanyak 1300pcs juga telah diberikan kepada 1000 Penyandang Disabilitas dan 300 Pendampingnya.

“Secara istimewa, hari ini melalui Yayasan BUMN untuk Indonesia yang dibina Menteri BUMN bapak Erick Tohir, diserahkan bantuan alat Kesehatan bagi tujuh rumah sakit swasta yang ada di Sumatera Utara,” Ucap Dr RE Nainggolan, MM, Ketua Pembina Masyarakat Peduli Disabilitas Indonesia (MPDI).

Penyerahan Bantuan Alat kesehatan dan Paket Sembako ini diserahkan dalam acara Deklarasi Masyarakat Peduli Disabilitas Indonesia (MPDI) & Bakti Sosial di Gedung Rumah Persembahan, Medan.

“Agar Masyarakat Medan (beberapa) yang difabel atau berkekurangan, kami juga akan bantu dengan sembako, lalu untuk Rumah Sakit kami juga memberikan bantuan 7 Unit Ventilator dan 14 Unit Oxygen Concentrator. Oxygen Concentrator ini tujuan nya tidak hanya untuk mengelola pasien-pasien Covid, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh pasien-pasien gangguan pernafasan atau paru-paru. Semoga apa yang kami beri bantuan ini bermanfaat tentunya untuk masyarakat di Medan, juga agar bisa dijaga barang tersebut oleh Rumah Sakit dan dapat dioperasionalkan dengan baik.” begitu ujar Harjawan Balaningrath selaku Ketua Yayasan BUMN Untuk Indonesia.

“Terimakasih kepada MPDI dan BUMN yang telah memberikan bantuan bukan hanya kepada para penyandang disabilitas, namun ada juga bantuan kepada Rumah Sakit- Rumah Sakit. Sehingga tak pantas lagi Rumah Sakit menolak atau tidak melayani kepada para saudara kita penyandang disabilitas yang datang ke Rumah Sakit.” ucap Wali Kota Medan, Bobby A Nasution.