Yayasan BUMN Untuk Indonesia Serahkan 75.000 Vaksin Sinopharm Kepada Kementerian Kesehatan Untuk Penyandang Disabilitas

Yayasan BUMN Untuk Indonesia menyerahkan 75.000 Dosis Vaksin Sinopharm kepada Kementerian Kesehatan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan akselerasi vaksinasi dosis ketiga (booster) terhadap semua masyarakat, terutama untuk kelompok prioritas dan rentan, yaitu penyandang disabilitas.

Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dalam sambutannya menyampaikan ā€œkami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN bagaimana caranya agar kelompok disabilitas ini bisa mendapatkan vaksinasi. Alhamdulillah disambut baik oleh Kementerian BUMN melalui Yayasan BUMN sehingga mendapatkan Vaksin Sinopharm sebanyak 75.000 dosis. Semua kegiatan ini akan kami laporkan kepada Bapak Presiden, karena perhatian Bapak Presiden kepada penyandang disabilitas tidak dapat dilakukan sendiri, kami butuh bersinergi, kolaborasi bersama-samaā€.

Dalam kesempatan ini Yayasan BUMN Untuk Indonesia mendapat dukungan dana dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., untuk pengadaan vaksin Sinopharm melalui PT Biofarma (Persero) dan PT Kimia Farma Tbk.

Pada sambutan Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan ā€œKementerian BUMN terus berupaya untuk dapat memberikan perhatian kepada kelompok disabilitas diantaranya memberikan dukungan di bidang Kesehatan dan pelatihan UMKM agar para disabilitas dapat mengembangkan usahanya sehingga mereka dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan. Semoga program ini bisa kita tingkatkan dan diteruskan sehingga kedepannya bisa menaikan tingkat vaksinasi booster khususnya bagi para penyandang disabilitasā€.

ā€œKementerian Kesehatan RI mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan Kementerian BUMN selama ini yang telah berhasil mendukukung upaya pemerintah dalam melakukan vaksinasi. karena hak sehat itu adalah milik semua masyarakat tidak hanya kita yang memiliki kelengkapan secara fisik tetapi juga kepada para penyandang disabilitasā€, tutur dr. Kirana Pritasari selaku Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dengan baik mampu meningkatkan Herd Imunnity di Indonesia dan melindungi saudara kita para penyandang disabilitas.